5 Perusahaan Besar yang Bangkrut Karena Kalah Berinvoasi

Share:
5 Perusahaan Besar yang Bangkrut Karena Kalah Berinvoasi
Halo semuanya, kembali lagi di sahretech. Perubahan teknologi yang begitu pesat membuat perusahaan harus berlomba-lomba berinovasi untuk tetap bertahan di era yang benar-benar inovatif seperti saat ini. Semua hal berubah, mulai dari cara orang berkomunikasi hingga mencari informasi. Teknologi terus dikembangkan agar kehidupan manusia semakin mudah dan perusahaan teknologi mau tidak mau harus ikut meramaikan perkembangan tersebut.

Perusahaan yang sukses berkat invoasinya saat ini belum tentu bisa bertahan di kemudian hari. Terlalu nyaman di zona aman dan tidak mau berinvoasi untuk masa yang akan datang membuat perusahaan kompetitor bergerak lebih cepat untuk mendahului si nyaman.

Jika kita berkaca pada 5 perusahaan yang pernah sukses dimasa nya. Berkat perusahaan- perusahaan ini jugalah kita dapat mengetahui berbagai perkembangan teknologi contohnya mengirim pesan lewat internet, mengabadikan kenangan lewat lembaran foto, melakukan komunikasi jarak jauh dengan seseorang dan lain-lain.

Sepertinya, hanya menjadi pelopor atau perintis saja tidak cukup untuk bisa bertahan pada kehidupan bisnis di dunia yang terus menerus mengalami perubahan ini. Dan inilah takdir yang harus di terima 5 perusahaan bonafit berikut ini karena ke engganan mereka dalam melakukan inovasi. Berikut ini daftar 5 perusahaan besar yang bangkrut karena tidak berinovasi.

Baca Artikel Lain ✨
📰 1. Cara Mudah Membuat File Manager pada Laravel read more
📰 2. Cara Upload Website ke Hosting Gratis dengan Github Pages read more
📰 3. Aplikasi LMS Terbaik dan Terpopuler Buat Belajar Online Sekolah dan Kampus read more


NOKIA

Kamu pasti sangat paham bagaimana perusahaan telepon seluler ini mengalami kesuksesan pada zamannya kan ? Mungkin juga Nokia adalah brand ponsel pertama yang kamu miliki. Namun saat ini hampir tak satupun pasar yang bisa di kuasai Nokia. Nokia mulai perlahan redup saat dunia ponsel pintar dipenuhi oleh sistem operasi android dan ios. 

Nokia Lumia dengan Windows Mobile
Nokia Lumia dengan Windows Mobile
 

Nokia tetap bertahan dengan mengadopsi sistem operasi besutan microsoft yang ternyata membuatnya ikut tenggelam. Enggan mengadopsi sistem operasi android juga menjadi salah satu alasan kenapa Nokia bisa bangkrut, disisi lain Nokia juga punya budaya kerja yang tidak teratur sehingga para karyawan tidak bisa mengerluarkan inovasi terbaik mereka.

Nokia bangkrut sekitar tahun 2014 dan divisi hardware mereka diakuisisi oleh Microsoft sebesar 7,2 milliar dollar Amerika. Dan pada tahun 2016, lisensi Nokia dibeli oleh perusahaan HMD Global, yaitu perusahaan asal Finlandia. Meski telah bangkrut, Nokia masih tetap eksis hingga saat ini karena berkat akuisi HMD Global. Meskipun tetap ada di pasaran, Nokia hingga saat ini belum mampu menggeser kompetitor Smartphone android lainnya.


SIEMENS

Sama seperti yang terjadi pada NOKIA, SIEMENS juga sangat lamban dalam mengikuti perubahan arus yang begitu cepat. Itulah sebabnya Siemens akhirnya mengalami kerugian dan terpaksa harus menjual sahamnya pada BenQ lalu berganti nama menjadi BenQ Siemens. Di tahun 2006, Siemens secara resmi menyatakan kebangkrutan perusahaannya.

Siemens Mobile
Siemens Mobile



KODAK

Dulu demi bisa melihat hasil foto mu, kamu akan rela mengantri di sebuah percetakan film kan ? Namun tragisnya, sekarang hampir tidak ada pelanggan yang datang ke sebuah percetakan foto. Mudahnya penyimpanan foto dalam bentuk digital membuat nya sangat dicintainya sebagian besar manusia karena mampu menghemat biaya cetak. Kodak yang telat melihat pesatnya perubahan pasar ini, sekarang harus ikhlas digeser pesaing seperti Sony, Canon dan Nikon.

Instamatic Kodak Camera
Kodak Camera



YAHOO

Wajar bila kita harus mengucapkan terima kasih kepada Yahoo, sebuah perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa pesan elektronik dan mengenalkan kita pada dunia pengiriman pesan lewat internet. Jauh sebelum adanya Gmail dan Google Mail. Lalu bagaimana nasib Yahoo sekarang ? Pada akhirnya perusahaan ini harus rela menurunkan dan menjual harga sahamnya secara drastis kepada Verizon.

Verizon membeli Yahoo seharga 4,8 milliar dollar Amerika pada kuartal ke tiga tahun 2016 silam. Angka ini bahkan dianggap sebagain orang terlalu murah untuk perusahaan teknologi besar yang dulu pernah berjaya. Bahkan sebelum Verizon, Microsoft pernah menawar Yahoo dengan harga 10 kali lipat. Namun Yahoo pada waktu itu menolak.

Tampilan Yahoo Search
Yahoo Search



Padahal Yahoo dulunya pernah menjadi raja mesin pencari dan layanan pesan elektronik instan yang paling populer, bahkan mereka punya Yahoo messenger sebagai media sosial utama yang mudah digunakan dan sangat modern pada zamannya. Tapi setelah berlalunya zaman, munculah kompetitor baru seperti Google dan kawan-kawannya, membuat Yahoo lambat laun mulai ditinggalkan oleh masyarakat dunia.

Fakta yang juga sangat menarik adalah Yahoo ternyata pernah ingin membeli Google di tahun 2002. Dimana saat itu Google masih berusiah 4 tahun. Tapi akhirnya transaksi antara Yahoo dan Google tidak pernah terjadi. 


FRIENDSTER

Friendster yang merupakan sebuah sosial media online muncul tidak lama setelah Yahoo menghadirkan Yahoo Messenger yang berguna untuk mengirimkan pesan singkat lewat layanan internet. Tapi sayang, pada akhirnya Friendster juga harus lapang dada menyingkir dari area bisnis ini karena tergerus oleh sosial media yang memiliki kemampuan berinovasi lebih baik seperti Facebook.


Enggannya untuk berinovasi dan melakukan introspeksi adalah faktor yang sama-sama dialami ke lima perusahaan hebat di atas . Semua hal akan mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Bila tidak berani melakukan inovasi dan mengikuti perkembangan zaman, maka mereka harus siap mundur dari dunia bisnis dan mengalami kebangkrutan. Seperti yang terjadi pada perusahaan-perusahaan di atas. Ujung-ujungnya mereka tak lagi digunakan dan tinggal kenangan saja.

No comments

Jangan lupa kasih komentar ya!. Karena komentar kalian membantu kami menyediakan informasi yang lebih baik