7 Bom Atom Paling Berbahaya di Dunia

Share:
7 Bom Atom Paling Berbahaya di Dunia
Halo semuanya, kembali lagi di sahretech. Beberapa negara superpower berlomba-lomba menciptakan bom paling berbahaya dan senjata pemusnah massal untuk menunjukkan kekuatannya pada dunia. Contohnya saat terjadi perang dingin antara Amerika dan Soviet, keduanya bersaing menciptakan bom yang berbahaya dan berdampak mengerikan. 

Setelah melewati tahap uji coba, akhirnya 7 bom nuklir dengan kekuatan dahsyat berhasil diciptakan. Satu diantara tujuh bom itu adalah yang paling berbahaya bagi manusia. Tsar Bomba merupakan bom nuklir yang apabila diledakkan di Jakarta maka mampu meluluhkan lantakkan sepertiga daratan Jakarta seluas 662 kilometer persegi karena efek gelombang kejutnya sejauh 204 kilometer. Dikutip dari situs Owlcation, inilah daftar tujuh bom paling berbahaya di dunia:


7 Bom Atom Paling Berbahaya di Dunia


1. Bom Nuklir Mk-36(10megaton)

Dikembangkan pada tahun 1950an, juga biasa disebut sebagai Mark 36, bom ini merupakan senjata termonuklir pertama yang berhasil diciptakan. Sistem fusi-tahap digunakan pada Mk-36 yang memiliki perbandingan sama dengan Mk-21. Mk-36 ini dianggap sebagai senjata nuklir " kering" pertama yang diuji oleh pemerintah Amerika serikat. Bom berdaya ledak 10megaton dan berukuran besar ini memiliki panjang 150inchi dan bobotnya kurang lebih 17.700pound atau sekitar 8.028 kilogram.

Bom ini dirancang agar bisa dijatuhkan secara perlahan dari udara tepat diatas targetnya. Memiliki dua parasut yang terpasang terpisah, sehingga awak pembom bisa memiliki waktu menghindari potensi bahaya. Total keseluruhan pengembangan Mk-36 yang dilakukan militer AS ini adalah lebih kurang 940 bom dengan dua versi terpisah yakni Y1 dan Y2 dalam interval tahun 1956-1958.

Bernasib sama seperti mayoritas senjata nuklir Amerika lainnya, Mk-36 ini juga harus pensiun di tahun 1962 dan tergantikan oleh kehadiran B41 yang dinilai jauh lebih kuat dan merusak.

Bom Atom MK-36
Federal Government of the United States, Public domain, via Wikimedia Commons



2. Bom Hidrogen "Ivy Mike" (Kekuatan 10,4 Megaton)

Amerika serikat pada 1 November 1952 untuk pertama kalinya meledakkan bom hidrogen Ivy Mike si Eatol Newtak. Perancang bom ini adalah Richard Garwin. Memiliki bentuk yang sangat besar yaitu panjang total 6,19 meter dan bobot total 82 ton. Berkekuatan 10,4 Megaton, bila dibandingkan dengan bom atom yang dijatuhkan di Jepang pada tahun 1945 maka kekuatan Ivy Mike 472 kali lebih dari itu. Dengan ledakan se-dahsyat itu bisa membuat awan jamur bom naik hingga ketinggian 41 kilometer hanya dalm waktu kurang dari 90 detik saja.

Bahkan dilaporkan bahwa Puing-puing radioaktifnya jatuh hampir 56 kilometer jauhnya dari lokasi ledakan selama beberapa bulan. Dari ledakan itu, terciptalah dua elemen baru yaitu einsteinium dan fermium. Karena fluks neutron yang sangat terkonsentrasi pada bom maka Keduanya diproduksi disekitar lokasi ledakan.



3. Bom Nuklir Mk-24 atau B-24 (Kekuatan 10–15 Megaton)

Mark-24 atau disebut juga B-24 dikembangkan oleh militer Amerika serikat sekitar tahun 1954-1955 dan merupakan senjata termonuklir. Dalam kurun waktu satu tahun itu, tercipta sekitar 105 buah bom, masing-masing bom berukuran 296inci dan beratnya lebih dari 19ton. Para peneliti meyakini hasil keseluruhan bom ini sebesar 10-15 megaton walau tanpa dilakukan pengujian secara resmi oleh pemerintah. Parasut setinggi 64 kaki pun dirancang khusus pada Mark-24 mengingat kemampuannya yang destruktif. Parasut berguna untuk memperlambat penurunan dan memberi kesempatan waktu pada awak pembom untuk menjauh dari radius ledakan. Casing Mark-24 ini, hingga kini masih tetap terpajang di Castle Air museum di Atwater walaupun bom ini langsung dinonaktifkan setelah pengembangannya.





4. Bom Hidrogen Mk-17 (Kekuatan 10–15 Megaton)

Diproduksi secara massal dan dikembangkan pertama kali oleh militer AS ditahun 1954, Mk-17 merupakan seri bom hidrogen. Dalam waktu 1 tahun, sebanyak 200 unit Mark-17 berhasil diciptakan berbarengan dengan beberapa B-36 bomber yang dimodifikasi dan dirancang khusus. Mk-17 memiliki berat mencapai 18,8ton serta panjang lebih dari 7,52meter dengan hasil kekuatan mendekati 15 megaton. Dan dilengkapi dengan parasut setinggi 64 kaki yang berfungsi sama dengan parasut pada bom-6 lainnya. Namun ditahun 1957 Mk-17 ini dihapuskan karena adanya pembuatan bom yang berukuran lebih kecil di akhir 1950an. Sekarang kamu masih bisa melihat lima selongsong Mk-17 secara langsung di berbagai museum angkatan udara di Castle Air museum Atwater California dan di National Museum of Nuclear science & History di Albuquerque,New Mexico.





5. Bom TX-21 (Kekuatan 14,8 Megaton)

Bom berjenis termonuklir ini pertama kali diuji pada 1 Maret 1954 di Bikini Atoll yang terletak di kepulauan Marshall. Bom berkekuatan 15 megaton ini memiliki panjang 179,5 inci dan bobot 10,6 ton. Bom ini dinilai seribu kali lebih dahsyat dibandingkan dengan bom atom.

Bom ini akan membentuk bola api seluas 7,2 kilometer setelah satu detik diledakkan. Dan bisa dilihat hingga sejauh 402kilometer. Sekali meledak, tidak sampai satu menit akan membentuk awan jamur setinggi 14 kilometer.

Daerah-daerah seperti Rongerik, Utirik dan Rongelap yang berada sekitar 11.265 kilometer persegi dari sekitar samudera Pasifik terkontaminasi oleh Puing-puing radioaktif bom ini. Tidak hanya di daerah tersebut, selama beberapa Minggu pasca ledakan, zat radioaktif yang terbawa angin kencang selama pengujian juga ditemukan di sekitaran Asia Tenggara, Australia, Eropa dan Barat Daya Amerika serikat.





6. Tsar Bomba (50 Megaton)

Dijuluki sebagai "Tsar Bomba" bom berjenis Hidrogen RDS-220 ini merupakan bom terkuat yang pernah dibuat dan diledakkan Uni Soviet. Percobaan dijatuhkannya bom ini dilakukan oleh pesawat pengebom Soviet Tu-95V yang telah dimodifikasi pada 30 Oktober 1961 di atas Novaya Zemlya tepatnya di utary Selat Matochkin.

Bom dengan bobot lebih kurang 27 ton , panjang 8 meter dan lebar 2 meter memiliki kekuatan penghancuran hingga 50 megaton. Meski dibekali parasut khusus untuk awak, namun pihak ilmuwan Soviet tidak memberi tahukan bahwa kemungkinan mereka bisa selamat setelah ledakan hanya 50% saja.




Tsar Bomba dijatuhkan pada ketinggian 10,5 kilometer dan diledakkan sekitar 4.000 meter di atas permukaan tanah tepat pada pukul 23.32. Meledak dengan hasil kekuatan sebesar 58,6 megaton mengakibatkan gelombang kejutnya terasa hingga sejauh 127mil oleh pesawat observasi,Tu-16Soviet.

Tsar Bomba yang meledak ini bisa dilihat hingga lebih dari 997 kilometer jauhnya dan membentuk bola api seluas 8 kilometer berikut awan jamur setinggi 67,5 kilometer.

Gelombang kejut yang terjadi pasca ledakan terasa hingga menghancurkan jendela di Norwegia dan Finlandia yang berjarak 901 kilometer dari tempat kejadian. Dan dalam radius 100 kilometer hawa panas ledakan ini juga bisa menyebabkan luka bakar tingkat tiga.



7. Bom Nuklir B41 (25 Megaton)

Disebut juga Mk-41, bom ini merupakan senjata termonuklir tiga tahap hasil rancangan Amerika serikat di awal tahun 1960-an. Menghasilkan kekuatan penghancur sebesar 25 megaton dan dianggap sebagai bom terkuat ciptaan Amerika. Dengan panjang 3,76 meter lebih dan berat 4,8 ton lebih, bom ini dirancang agar bisa dibawa oleh B-52 Stratofortress dan B-47 Stratojet.


 

Antara tahun 1960 dan 1962, hampir 500 bom tipe ini berhasil dikembangkan. Namun kemudian bom ini harus pensiun di tahun 1976 tepatnya bulan Juli karena tergantikan oleh B-53.

Menurut para peneliti, meski berukuran lebih kecil dari pada bom terkuat yang pernah diciptakan namun B-41 ini merupakan senjata termonuklir paling efisien yang pernah dirancang. Bom B-41 ini memiliki kekuatan dan kemampuan destruktif 1.136 kali lebih kuat dibanding bom atom yang meluluhlantakkan Jepang saat perang dunia kedua.

No comments

Jangan lupa kasih komentar ya!. Karena komentar kalian membantu kami menyediakan informasi yang lebih baik