5 Negara Terbesar Produsen Listrik Reaktor Nuklir Dunia

Share:
5 Negara Terbesar Produsen Listrik Reaktor Nuklir Dunia
Halo semuanya, kembali lagi di sahretech. Besarnya biaya dan kecanggihan teknologi untuk membangun sebuah reaktor nuklir menjadikan produsen listrik bertenaga nuklir ini hanya didominasi oleh negara-negara maju saja. Hanya ada 441 reaktor nuklir yang saat ini ada di seluruh dunia dan mampu memasok sekitar 10% kebutuhan listrik global.

Diantara beberapa negara-negara tersebut, ada lima negara terbesar di dunia, termasuk dua yang berasal dari Asia yang memproduksi dan memasok listrik tenaga nuklir. Namun masih jarang sekali negara-negara di dunia ini yang memakai reaktor nuklir untuk tenaga pembangkit listriknya, hal ini seperti yang dikutip dari Power Technology.

Penyebabnya adalah karena adanya persepsi negatif publik dan kekhawatiran tentang Limbah radioaktif yang dihasilkan akan sangat berbahaya dan berdampak buruk jangka panjang. Padahal terlepas dari dampak buruk tersebut, sebetulnya reaktor nuklir memiliki kelebihan dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara atau minyak bumi yaitu tidak menghasilkan gas efek rumah kaca secara langsung.



5 Negara Terbesar Produsen Listrik Reaktor Nuklir Dunia


1. Amerika Serikat

Negara ini, ditahun 2019 menggunakan reaktor nuklir untuk menghasilkan 843TWh lebih besar 30% dari produksi energi nuklir global. Amerika mempunyai total kapasitas nuklir terpasang sebanyak 91,5GW yang didapat dari 93 reaktor nuklir yang tersebar di 30 negara bagian Amerika serikat.

AS sebenarnya lebih bergantung pada gas alam dan batubara untuk pembangkit listriknya ketimbang memakai tenaga nuklir. Penggunaan nuklir hanya sebesar 20% saja dari total konsumsi listrik negara ini.

Pembangunan dua reaktor nuklir yang menjadi bagian dari proyek Vogtle di negara bagian Georgia saat ini sedang berlangsung, dan diharapkan di tahun 2022 ini sudah mulai bisa dioperasikan. Untuk reaktor yang telah kadaluarsa, seperti dua reaktor nuklir di Indian Point 2 dan Duane Arnold dengan kapasitas gabungan 1,5GW telah ditutup di tahun 2020 kemarin.



2. Prancis

Lebih kurang 70% listrik yang dikonsumsi dari energi nuklir dihasilkan oleh Negara Prancis. Konsumsi ini merupakan konsumsi listrik reaktor nuklir terbesar di dunia. Namun Prancis berhasil menurunkan biaya produksi listrik negaranya dengan pemusatan keahlian nuklir tersebut. Kemungkinan untuk menghasilkan 17% listrik dari limbah reaktor listrik pun bisa dicapainya. Di tahun 2020Prancis tercatat telah mempunyai 56 reaktor operasional yang bila digabungkan akan menghasilkan 338.7TWh.

Pemerintah Prancis menjanjikan pada tahun 2050 akan melakukan pembangunan reaktor yang lebih banyak lagi untuk mendekarbonisasi pembangkit listriknya.

Secara bersamaan, Prancis juga akan memperkecil hingga 50% bagian energi nuklir dalam campurannya pada tahun 2035 dan meningkatkan pembangkitan terbarukan. Dua unit nuklir tertua di Prancis yaitu Fessenheim telah ditutup di tahun 2020 karena masalah lingkungan.



3. China

China memiliki predikat sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia. Negara ini mampu menghasilkan listrik sebesar 50,8GW dari reaktor nuklir nya, dan menjadikan nya sebagai negara terbesar ketiga penghasil energi nuklir dunia.

Pada tahun 2019, 5% kebutuhan listrik China diperoleh dari 51 reaktor nuklir. Dan ditahun itu juga, total produksi tenaga nuklir China telah mencapai 330TWh. Saat ini sedang berlangsung pembangunan 18 reaktor tambahan. Pembangunan ini diharapkan bisa mensuplai 17,2GW pembangkit ke sistem tenaga negara. Pemerintah China juga merencanakan pembangunan 39 reaktor nuklir baru dengan kapasitas akumulatif 43GW.

Januari 2021 lalu, para insinyur China melakukan perayaan dimulainya operasi reaktor air bertekanan generasi ketiga pertama di negara itu. Reaktor pertama yang dikembangkan di dalam negeri China itu dirancang secara signifikan akan lebih efisien dibanding reaktor pendahulunya, reaktor terbaru itu diberi nama Hualong One.



4. Jepang

Negara ini mempunyai 33 reaktor nuklir yang beroperasi dengan kapasitas netto sebesar 31,7GW. Dua reaktor tambahan yaitu Ohma 1 dan Shimane 3 yang berkapasitas netto 2,6GW saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Sebelum pabrik Fukushima mengalami kehancuran di bulan Maret 2011 lalu, 30% kebutuhan listrik Jepang didapat dari energi nuklir dan menduduki peringkat ketiga dalam daftar ini. Namun karena insiden tersebut, akhirnya pemerintah Jepang menghentikan semua pembangunan pembangkit nuklir selama dua tahun.

Lalu pemantauan pembangkit diambil alih oleh regulator nuklir nasional yang baru. Serta mengenalkan pemeriksaan dan praktik baru untuk mencegah terjadinya bencana lagi.



5. Rusia

Kapasitas bersih gabungan 29,6GW didapat Rusia dari 38 reaktor yang beroperasi. Sementara secara bersamaan, kapasitas bersih gabungan 2,3GW akan dihasilkan oleh dua reaktor tambahan yang sedang dibangun dan masuk dalam bagian proyek Kursk II.

Di tahun 2019, sebesar 19,7% dari total listrik yang dihasilkan berasal dari hasil produksi 195,5TWh energi nuklir Rusia. Dahulu Uni Soviet merupakan salah satu pionir asli teknologi nuklir, Rusia modern saat itu belum terbentuk seperti sekarang ini. Reaktor rancangan insinyur-insinyur Soviet ini dibangun di hampir seluruh Eropa Timur, hingga saat ini setelah menjadi Rusia, negara ini tetap menjadi pemimpin dunia dalam teknologi reaktor neutron cepat.

Rosatom sebagai perusahaan tenaga nuklir milik negara mengharapkan agar proyek Proryv-nya akan dapat mengembangkan siklus bahan bakar nuklir tertutup, berdasarkan reaktor cepat untuk tujuan meng-implementasikan industri dalam skala yang lebih besar.


Sekian artikel kali ini tentang 5 Negara Terbesar Produsen Listrik Reaktor Nuklir Dunia. Semoga bermanfaat, jika ada yang ingin didiskusikan, silahkan berdiskusi di kolom komentar di bawah ini atau langsung chat melalui fanspage sahretech. Sekian dan terima kasih.

No comments

Jangan lupa kasih komentar ya!. Karena komentar kalian membantu kami menyediakan informasi yang lebih baik