Pengertian dan Perbedaan FrontEnd, BackEnd, dan FullStack Developer

Share:
Pengertian dan Perbedaan FrontEnd, BackEnd, dan FullStack Developer
Halo semuanya, kembali lagi di sahretech. Pada kesempatan yang berbahagia kali ini saya akan membahas pengertian dan perbedaaan dari frontend, backend, dan fullstack developer. Ayo ikuti penjelasannya di bawah ini!.

Pengembang web adalah seorang programmer yang mengkhususkan diri dalam mengembangkan aplikasi World Wide Web (WWW) atau aplikasi yang berjalan sebagai browser web di server web melalui HTTP. Ada tiga jenis utama pengembang web. Pengembang yang mengerjakan frontend, pengembang yang mengerjakan backend, dan pengembang yang mengerjakan fullstack. Di bawah ini saya mengulas perbedaan antara ketiganya dan keterampilan yang dibutuhkan untuk masing-masing keahlian.
 
Baca Artikel Lain ✨
📰 1. Membuat Web SPA Tanpa Reload dengan Vue Router & Laravel read more
📰 2. Apa itu Vuetify?, dan Bagaimana Cara Menggunakannya pada Vue Js read more
📰 3. Cara Mudah Menggunakan Vue Router read more



FRONTEND

Front end adalah bagian depan dari sebuah aplikasi. Yaitu apa yang kalian lihat sebenarnya di browser. Front end juga terkadang disebut sebagai sisi klien, karena klien dapat melihat langsung tampilan aplikasi. Klien disini adalah orang yang mengakses website.

Artinya, pengembang frontend adalah orang yang bertanggung jawab mendesain dan merubah desain yang mereka kerjakan ke bentuk aplikasi yang sebenarnya, mereka yang memiliki kemampuan front end biasanya kreatif dan mengerti esensi desain yang baik.

Tapi kemampuan frontend sendiri tidak terbatas hanya membuat desain yang menarik. Kemampuan programming tetap harus dimiliki, karena mereka harus merubah desain ke bentuk aplikasi dengan menulis script, mereka juga tidak sekedar merubah gambar ke bentuk aplikasi, tapi aplikasi mereka harus bisa mengirim data dan berinteraksi dengan server. Sedangkan server adalah bagian yang menjadi tanggung jawab pengembang backend yang akan saya bahas di bawah ini.

Keterampilan Penting: JavaScript, HTML, CSS, JQuery, HTML5, CSS3, Ajax, Antarmuka Pengguna (UI), Antarmuka Pengguna (UX), Angulars, Angular.js, ReactJS, vue.js, Ember.js dan JavaScript seperti Meteor Framework .js



BACK END

Jika frontend adalah bagian yang berinteraksi dengan pengguna secara langsung, maka "backend" adalah bagian sebaliknya, backend mengacu pada bagian di dalam sebuah aplikasi, seperti proses dan penyimpanan data ke dalam database. Membuat api juga adalah bagian dari keahlian backend. Pengembang backend biasanya akan berkolaborasi dengan pengembang frontend agar tampilan dan proses dapat disatukan.

orang-orang backend biasanya akan sangat memperhatikan efisiensi script dan logika aplikasi saat dibangun. Tampilan yang keren bukan keahlian utama mereka. Maka tidak mengherankan ada backend developer yang tidak bisa maksimal dalam menggunakan script css. Untuk mempermudah mereka dalam membuat tampilan yang menarik, biasanya beckend developer memilih menggunakan template yang sudah jadi atau menggunakan framework css.

Tapi jika seorang backend mampu membuat tampilan depan dengan sangat baik. Mereka bisa disebut juga sebagai fullstack developer, apa itu fullstack?, akan saya bahas di bawah ini.

Keterampilan Penting: JavaScript, HTML, CSS, JQuery, SQL, Java, Linux, Python, Ruby, PHP.



Full Stack

fullstack adalah kombinasi dari front-end dan back-end, artinya mereka memiliki dua keahlian sekaligus. Dalam hal ini, "stack" berarti lapisan. Pengembang web fullstack memiliki pengalaman dalam pengembangan situs web di semua tingkatan. Baik dari sisi tampilan maupun sisi logika server. Tapi terkadang tidak hanya sebatas itu, terkadang mereka dapat menganalisa proses bisnis yang terjadi dan membuat diagram dan desain untuk aplikasi yang akan dibangun.

Keterampilan Penting: JavaScript, HTML, CSS, JQuery, PHP, SQL, Java, HTML5, Ajax, CSS3, Linux, Python, Ruby, Antarmuka Pengguna (UI)



Baik frontend, backend dan fullstack, semuanya pasti punya keterbatasan masing-masing. Menjadi fullstack pun demikian, pasti ada bagian tertentu yang lebih menonjol di bandingkan bagian yang lainnya. Maka dari pada itu, kerja sama tim sangat penting untuk membuat sistem yang kuat, agar setiap individu lebih fokus pada tanggung jawab mereka masing-masing.

Sekian artikel kali ini tentang pengertian dan perbedaan frontend, backend, dan fullstack developer. Semoga bermanfaat. Silahkan tanya apa saja di bawah ini yang berkaitan dengan topik artikel di kolom komentar di bawah ini. Sekian dan sampai jumpa.

No comments

Jangan lupa kasih komentar ya!. Karena komentar kalian membantu kami menyediakan informasi yang lebih baik