5 Jenis Bisnis yang Tumbang Karena Era Revolusi Industri

Share:
Halo semuanya, kembali lagi di sahretech. Bila kalian berpikir revolusi industri 4.0 dapat memberikan keuntungan untuk semua pihak, bisa jadi itu pemikiran yang kurang tepat . Karena faktanya banyak model bisnis yang bangkrut karena kehadirannnya. Mayoritas masyarakat percaya bahwa hadirnya revolusi industri dan perkembangan digital dapat memberikan banyak laba untuk para pembisnis, baik dari skala kecil hingga bisnis skala besar.

Berkat perkembangan teknologi digital ini ada beberapa perusahaan yang makin berkembang dan sukses. Begitu juga dengan UMKM seperti toko-toko online yang menjamur di market place akhir-akhir ini yang semakin diberdayakan. Pemikiran diatas sebenarnya tidak salah, karena kita juga sudah melihat hasilnya kan ?

Lantas bila hanya sebagian pihak yang diuntungkan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 ini, berarti dilain sisi ada sebagian pihak yang justru malah dirugikan kan ? Bisnis apa sajakah itu ? Silahkan simak pembahasan dibawah ini.


Taxi Konvensional

Ingat kah kalian, di tahun 2000an, pada saat taxi dioperasikan, kita sebagai penumpang lah yang harus berdiri menunggu taxi lewat di pinggir jalan. Sebenarnya bisa saja bila kita reservasi terlebih dahulu, tapi tentunya akan ada charge tambahan. Belum lagi menghadapi kecurangan argo yang bertambah seiring dengan kecepatan yang tidak sesuai standar.

Tapi kini berkat munculnya teknologi internet ditambah dengan sedikit kreativitas semuanya menjadi berbeda. Aplikasi tranportasi online atau ride hailing pun mulai bermunculan. Hal ini mampu merubah lanskap bisnis transportasi secara total. Dari yang semula adalah business oriented sekarang telah menjadi customer oriented. Dan para customer-lah yg memegang kendali seutuhnya akan kebutuhan yang mereka mau.

Akibatnya banyak penyedia taxi yang bangkrut dan terancam punah. Coba lihat deh perbedaan jumlah vendor taxi di tahun 2000an dibandingkan sekarang, hanya tersisa sedikit kan ? pool pemberhentian taxi juga sudah mulai berkurang jauh jumlahnya.


Warnet (Warung Internet)

Dulu, warnet dan wartel merupakan industri yang sangat berkembang, bahkan di beberapa kota, kalian bisa mendapati warnet yang hanya berjarak beberapa meter, setidaknya 5-7 warnet ada di daerah tersebut. Sungguh bisnis yang sangat menjanjikan dan kompetitif sekali saat itu.

Namun setelah kehadiran teknologi laptop dan smartphone yang terus berkembang serta dengan harga yang semakin terjangkau disebabkan globalisasi, menyebabkan bisnis ini tidak mampu terus exist. Kalian yang tinggal di kota- kota besar pasti akan kesulitan menemukan keberadaan warnet sekarang kan ?.


Toko Kaset Digital Konvensional

Beberapa tahun lalu toko kaset, toko game, rental CD dan berbagai toko aset digital lainnya sangat sukses di dunia ini. Hanya untuk sekedar membeli karya artis idola, calon pelanggan bahkan rela mengantri panjang-panjang di depan toko langganan mereka.

Namun setelah kehadiran fasilitas streaming, industri ini mendadak hancur seketika. Ditambah lagi dengan adanya berbagai metode pembayaran yang fleksibel seperti adanya uang dan dompet digital, membuat orang malas keluar bila hanya untuk membeli film, lagu atau game favorit mereka. Karena mereka tinggal klik dari rumah, apa yang mereka mau bisa didapatkan dengan mudah.


Industri Retail Konvensional

Bisnis retail yang hanya bersifat konvensional dan tidak beradaptasi dengan sistem e-commerce pun diramalkan akan mengalami kejatuhan di masa depan. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan kebiasaan konsumen yang sekarang lebih suka belanja online ketimbang harus datang ke toko.

Walaupun masih ada sebagian masyarakat yang lebih memilih untuk berbelanja di toko, terkhusus untuk barang-barang dengan harga mahal, namun tetap saja keberadaan toko retail tidak akan sebanyak saat ini dalam beberapa tahun lagi.


Wartel (Warung Telepon)

Semenjak kemunculan ponsel dengan operator berbiaya telepon terjangkau, nasib wartel pun mulai di ujung tanduk. Padahal kalian pasti masih ingat kan bagaimana dahulu bila ingin menghubungi seseorang untuk keperluan penting atau sekedar bertanya kabar ? Wartel lah yang akan kalian tuju.

Berawal dari munculnya teknologi VoIP (Voice over Internet Provider) atau telepon via internet, habislah sudah bisnis wartel saat ini. Di kalangan masyarakat pun sudah jarang yangmemiliki pesawat telepon, dan cukup dengan smartphone saja.

Namun sekarang ditambah dengan kemunculan teknologi VoIP atau Voice Over Internet Provider atau disebut juga telepon via internet, hancurlah seketika industri wartel ini. Hanya berbekal smartphone saja , orang-orang bisa berkomunikasi. Pesawat telepon pun bahkan sangat jarang digunakan dan dimiliki saat ini.


Apakah Bisnis kalian Terancam juga ?

Diprediksi tidak hanya 5 jenis industri ini yang terdampak di masa depan, akan ada banyak lagi industri-industri lain yang harus secepatnya beradaptasi dengan teknologi jika ingin tetap bertahan. Bila saat ini kalian memiliki sebuah bisnis, ada baiknya kalian menghubungi konsultan bisnis digital agar bisnis mu bisa beradaptasi dengan kondisi pasar sekarang ini.

Sekian artikel kali ini tentang 5 Jenis Bisnis yang Tumbang Karena Era Revolusi Industri, semoga bermanfaat. Silahkan share dan kasih komentar kalian di bawah ini dan sampai jumpa di artikel teknologi keren lainnya.

No comments

Jangan lupa kasih komentar ya!. Karena komentar kalian membantu kami menyediakan informasi yang lebih baik