Teknologi Robot Nano Bantu Diagnosis Penyakit Lebih Akurat

Share:
Teknologi Robot Nano Bantu Diagnosis Penyakit Lebih Akurat. Para ahli dikabarkan sedang berkutat dengan teknologi robot nano (nanobot). Perkembangan ini menurut para pengamat teknologi adalah hal yang ditunggu-tunggu. Meski sedang dikembangkan para pengamat mengatakan bahwa penerapan teknologi nanobot ini memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah mengendalikan arah gerak robot ke daerah yang dibutuhkan dalam tubuh manusia. Selain itu, masalah lain yang harus dipecahkan adalah cara mengeluarkan robot-robo ini dari tubuh manusia setelah mereka selesai mengerjakan tugas.




Untuk menuntaskan masalah-masalah ini, pera penelti teknologi robot nano dikabarkan memiliki solusi jitu, yakni menggunakan bahan pembuat alami yang dijamin akan bisa terurai dengan sendirinya dalam tubuh manusia. jika dapat diurai, maka robot-robot nano ini diklaim akan lebih mudah keluar dari tubuh, misalnya via air seni atau keringat.

Untuk mencapai tujuan ini, para peneliti dikabarkan tengah mengembangkan teknologi robot nano dengan menggunakan semacam spirulina algae (sejenis ganggang berbasis bakteri). Spirulina sendiri biasa dapat dijumpai di toko obat herbal atau pasar swalayan. Menurut para ahli, selain mudah diuraikan penggunaan spirulina ini membuat robot dapat lebih mudah dikendalikan penempatannya dalam bagian tertentu tubuh manusia.

Dikendalikan via MRI

Para peneliti menyatakan, untuk memandu pergerakannya, robot ini bisa dilapisi oksida besi. Dengan oksida besi ini, para peneliti akan bisa memandu pergerakan robot mengunkana magnetic resonance imaging(MRI). Ini karena oksida besi pada dasarnya adalah logam yang akan bereaksi terhadap medan magnet yang dihasilkan MRI. Dengan membidikkan medan magnet ke arah yang tepat di dalam tubuh manusia, robot-robot ini akan tertarik ke lokasi tersebut dan membantu dokter menganalisis masalah di area tersebut.

Hal lain yang membuat robot nano ini cocok dikembangkan adalah kemampuannya mendeteksi gejala penyakit laonnya. Saat dipakai untuk mengirim obat tertentu ke bagian tubuh yang membutuhkan, robot-robot ini juga akan bisa mendeteksi perubahan lingkungan dalam tubuh yang teridentifikasi adanya penyakit lainnya. Dengan seperti ini, para dokter dapat mendiaknosis penyakit lebih akurat (khususnya terhadap bagian tubuh yang sulit dijangkau) tanpa memasukkan alat atau melakukan tes.

Meskipun cukup menjanjikan, para pengamat menyatakan bahwa teknologi ini masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa diimplementasikan. Pasalnya para ahli masih harus melakukan pengujian efektivitas robot, meningkatkan pelacakan dan pemantauan, serta melihat pengaruh terhadap kondisi tubuh manusia.


No comments