Mengenal Model Pengembangan Perangkat Lunak

Share:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatiuh, Alhamdulillah segala puji bagi Allah ta'ala yang telah melimpahkan rahmat dan rezekinya sehingga admin dapat kembali hadir menghibur para pembaca dengan artikel-artikel terbaik untuk dibaca.

Kali ini admin ingin membahas model proses atau model pengembangan perangkat lunak. Pembahasan ini biasanya ada di mata kuliah RPL atau pengembangan sitem informasi, dan menjadi bahan ajar yang wajib dipahami oleh mahasiswa IT, khususnya para analisis sistem.

Memahami model penembangan perangkat lunak adalah hal yang wajib bagi para pengembang aplikasi, karena model inilah para penembang dapat menciptakan aplikasi yang baik sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya itu model-model di dalam pengembangan perangkat lunak memberikan para pengembang tahapan-tahapan yang harus dilalui secara terstruktur yang jika dimaksimalkan model-model ini dapat menyingkat waktu, biaya dan penurunan kompleksitas pembuatan mega aplikasi yang besar.


Model-model Pengembangan Perangkat Lunak

Di dalam pengembangan perangkat lunak terdapat model-model yang dapat digunakan para pengembangan untuk mengembangkan aplikasi mereka. Model-model ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada model yang dapat diterapakan untuk semua aplikasi ada juga yang tidak, ada model yang pengerjaannya cepat ada juga model yang pengerjaannya lambat. dll. Ada banyak model pengembangan aplikasi, tapi admin disini hanya akan mengulas 3 model saja. yaitu model waterfall, sekuensial linear, dan model prototype. 3 model ini adalah model di dalam SDLC yang paling sering diajarkan dan sebagai dasasr pemahaman mahasiswa untuk tau lebih lanjut mengenai model-model pengembangan perangkat lunak yang lebih advanced


  • Model Air Terjuan (Waterfall), waterfall adalah salah satu model pengembangan aplikasi klasik yang sifatnya top down (dari atas ke bawah). Seluruh tahap dikerjakan satu persatu secara berurutan dan tidak boleh mengerjakan tahapan lain sebelum tahap itu selesai. Di antara tahap-tahap waterfall adalah
model waterfall

    • Analisis dan definisi persyaratan, batasan dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dan wawancara dengan stakeholder atau dengan pengguna sistem. kemudian persyaratan dan kebutuhan ini didefinisikan secara jelas untuk dijadikan spesifikasi sistem, kebutuhan fungsional dan nonfungsional, dan kebutuhan produk dan prosses
    • perancangan sistem perangkat lunak, Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. seperti flowchart, relasi database, kemudian alur data (DFD) hingga gambaran-gambaran halaman pada aplikasi yang akan dibangun
    • Implementasi,  setelah dirancang, pada tahap perancangan programmer dapat memahami aplikasi seperti apa yang harus dibuat, pada tahap ini programmer menuangkan hasil perancangan ke dalam kodingan-kodingan untuk dihasilkan aplikasi yang utuh sesuai dengan peracangan
    • Integrasi dan pengujian sistem, Setelah programmer berhasil membuat aplikasi, aplikasi tersebut tidak boleh langsung digunakan sebelum diintegrasikan dan diuji terlebih dahulu. Tahap ini bertujuan untuk mencari apakah aplikasi yang dibangun telah sesuai harapan dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan
    • Operasi dan pemeliharaan,  Jika aplikasi yang dibangun telah memenuhi kebutuhan organisasi dan dinyatakan layak untuk dipakai, barulah masuk ke tahap pemeliharaan, tujuannya adalah mengwasi dan meninjau kebutuhan apa yang perlu di tambah nanti di masa depan 

  • Model Sekuensial Linear, model ini juga biasa disebut dengan fase lingkaran
model sekuensial linear

    • rekayasan dan pemodelan sistem
      Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi perangkat lunak harus berhubungan dengan elemen-elemen yang lain seperti perangkat lunak, manusia, dan database. 
      Rekayasa dan analisis sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desain tingkat puncak. Rekayasa informasi mencakup juga pengumpulan kebutuhan pada tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis.
    • analisis dan kebutuhan perangkat lunak, tahap ini adalah tahap yang sama pada tahap analisis dan definsi persyaratan perangkat lunak yang akan dibangun. Intinya tahap ini mengumpulkan kebutuhan sistem, batasan, dan masalah-masalah yang perlu dipecahkan
    • desain, Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. seperti flowchart, relasi database, kemudian alur data (DFD) hingga gambaran-gambaran halaman pada aplikasi yang akan dibangun
    • pembuatan kode, setelah dirancang, pada tahap perancangan programmer dapat memahami aplikasi seperti apa yang harus dibuat, pada tahap ini programmer menuangkan hasil perancangan ke dalam kodingan-kodingan untuk dihasilkan aplikasi yang utuh sesuai dengan peracangan
    • pengujian, Setelah programmer berhasil membuat aplikasi, aplikasi tersebut tidak boleh langsung digunakan sebelum diintegrasikan dan diuji terlebih dahulu. Tahap ini bertujuan untuk mencari apakah aplikasi yang dibangun telah sesuai harapan dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan
    • pemeliharaan, Jika aplikasi yang dibangun telah memenuhi kebutuhan organisasi dan dinyatakan layak untuk dipakai, barulah masuk ke tahap pemeliharaan, tujuannya adalah mengwasi dan meninjau kebutuhan apa yang perlu di tambah nanti di masa depan 

  • Model Prototype, Adalah model pengambangan perangkat lunak yang cepat. Artinya sistem yang dibangun dibuat lebih cepat dari model perangkat lunak lainnya. Aplikasi dibuat secara cepat dan diajukan kembali ke user, apakah aplikasi sudah sesuai kebutuhan atau tidak, jika belum maka programmer akan mengulangi proses pembuatan prototipe dan menanyakannya kembali ke user, model ini terus dijalankan hingga user merasa aplikasinya telah memenuhi kebutuhan. Model pengembangan aplikasi ini dapat diterapkan jika user membutuhkan aplikasi yang cepat untuk dipakai. Tapi sebenarnya prototype memiliki kelemahan, salah satunya model ini tidak dapat digunakan untuk membuat aplikasi-aplikasi yang besar, karena biasanya aplikasi-aplikasi yang besar membutuhkan data analisa yang spesifik dan waktu yang lama, sedangkan prototype tidak masuk ke dalamnya. Berkut tahapan-tahapan yang ada di dalam prototype
model prototype

    • pengumpulan data, klien dan pengembang bersama-sama merumuskan kebutuhan perangkat lunak yang akan dibangun
    • membangun prototype, Membangun protipe sementara yang akan diperlihatkan kepada user atau pelanggan, sebagai gambaran awal tentang aplkasi yang akan dibangun
    • evaluasi, apakah prototipe yang dibangun sudah sesuai keinginnan atau belum, jika belum maka kembali ke tahap awal jika sudah maka lanjut ke tahap berikutnya
    • menkodekan sistem, adalah tahap lanjut dari evaluasi yang sudah berhasil
    • menguji sistem, aplikasi diuji, apakah aplikasi masih meninggalkan masalah ?, ataukah aplikasi belum mampu memenuhi kebutuhan ? ataukah ada kebutuhan yang kuranda di dalam aplikasi yang dibangun
    • evaluasi sistem, tahap ini akan kembali ke tahap ke-4, dan jika sudah sesuai maka akan langsung ke tahap-7
    • menggunakan sistem, perangkat lunak siap digunakan.

No comments