Robot akan gantikan pekerjaan manusia,dan munculnya masalah baru

Share:
Selama berpuluh-puluh tahun para pakar teknologi telah berusaha mengembangkan berbagai inovasi teknologi yang dapat mengerti manusia dan mengerjakan tugas manusia.Teknologi itu mungkin akan benar-benar terwujudkan di masa depan dan bahkan nantinya para robotlah yang akan mendominasi pekerjaan manusia.


robot
gambar ilustrasi




Foresster Research merilis sebuah laporan dan memperkirakan sistem kecerdasan buatan yang termasuk di dalamnya robot,mesin,dan system learning akan mengisi lapangan pekerjaan AS di tahun 2025 sebanyak 7% dan artinya pekerjaan manusia akan diambil alih oleh robot.

Sebanyak 7% atau  bahkan lebih pekerjaan manusia akan diambil alih oleh robot.

Perkiraan ini akan banyak menyadarkan manusia bahwa industri dan bisnis akan banyak menggunakan kecerdasan buatan untuk menggantikan pekerjaan manusia.Pasalnya robot dan sistem dianggap lebih ekonomis dan handal karena tidak membutuhkan libur,cuti,layanan kesehatan,dan tunjangan lainnya.

Microsoft dan Apple adalah 2 perusahaan pionir di bidang teknologi dan kedua pendirinya adalah bapak komputer dunia.Tapi ada kisah unik yang membuat mereka bisa seterkenal saat ini.Kisah yang banyak orang tidak tahu bahwa 2 perusahaan ini mencuri inovasi orang lain.Dan keduanya tak lepas dari persaingan..klik baca

Dengan banyaknya pekerjaan yang diambil alih oleh robot dan sistem,artinya akan ada lowongan baru lagi bagi manusia seperti memantau kinerja robot,data scientist,specialis automation,data entry dan lainnya.


Memiliki beberapa nilai tambah dan negatif

Nilai tambah dengan semakin banyaknya pekerjaan manusia yang digantikan akan meningkatkan produktifitas kerja manusia dan memberi peluang bagi manusia untuk berinteraksi kepda konsumen.Fokus dengan pekerjaan-pekerjaan penting dan menghapus berbagai aktifitas membosankan.

robot

Dengan digantikannya pekerjaan manusia nantinya.Diperkirakan juga akan berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan bagi manusia akibat peran sistem cerdas.Di antaranya staf di perkantoran dan bagian administrasi diperkirakan akan berkurang tajam.Menurut Forrester Research pengurangan ini akan berdampak sangat signifikan antara tahun 2016 hingga 2020.Namun posisi dokter,pelaku finansial,manajemen diperkirakan tidak terlalu terpengaruh oleh munculnya sistem kecerdasan ini.

Rise of the machine

Menurut hasil yang diungkapkan oleh Ipswitch,salah satu vendor software IT management software sebanyak 92% responden memahami betapa pentingnya mesin pintar bagi kelangsungan bisnis namun sebanyak 68% responden melihat tren ini memicu keprihatinan baru terutama masalah keamanan.

Penelitian berjudul rise of the machine has already begun menangkap tren baru tentang masalah yang akan dihadapi oleh industri.Di tengah tren yang begitu cepat,para penggiat TI menemui beberapa kesulitan,terutama dalam menakar resiko,tantangan,dan ancaman potensial dibalik sistem cerdas.

Kecemasan utama saat ini adalah masalah keamanan dan kontrol akses

Kecerdasan utama yang para responden takutkan bila perusahaan mereka mengadopsi dan menggunakan sistem cerdas adalah soal keamanan 33%,hambatan30% dan kurangnya pengetahuan 24%.

robot
gambar ilustrasi

68% responden mengatakan bahwa teknologi pengamanan jaringan dan kemampuan manajemen akses saat ini ternayta sudah tidak lagi memadai dan harus diperkuat jika harus berurusan dengan mesin-mesin pintar.Kehawatiran lainnya adalah bagaimana mengantisipasi dampak pontensial dari aktivitas intelligent system di jaringan dan infrastruktur enterprise.

Dengan makin banyaknya industri yang menganut kecerdasan buatan dalam bisnis  mereka maka timbulnya masalah baru yang sebelumnya belum pernah terjadi akan terjadi.Untuk saat ini kesulitan yang paling banyak dihadapi adalah keamanan jaringan dan akses kontrol terhadap mesin.

Tapi bilamana teknologi nantinya berkembang lebih dari itu maka bisa jadi judul film terminator rise of the machine benar-benar terwujudkan.Dimana mulanya manusia menciptakan meisn untuk menunjang kebutuhna dan akhirnya mesin memperbudak manusia.Saat system keamanan bocor dan akses ke mesin diambil oleh pihak lain.

Maka,para  profesional TI perlu membuka mata lebar-lebar dalam melakukan pendekatan dengan mesin-mesin cerdas.Memastikan mereka memiliki tools yang tepat untuk menonaktifkan sistem cerdas.Dan harus terus mendukung tim IT secra efektif mengelola dampak dari kecerdasan buatan(sumber artikel:majalah infokomputer(dan telah diedit)).

No comments