Perjalanan Panjang Buku Elektronik alias Ebook

Share:

Michael S. Hart menjadi salah seorang pionir yang megolah teks-teks pada buku, maupun surat-surat berharga menjadi teks digital. pada 4 Juli 1971, ia memulai sebuah proyek yang bernama "project gutenberg" yang menjadikan teks-teks fisik menjadi format digital. Dinamai dengan nama gutenberg untuk mengenang penemu mesin cetak modern pertama di abad ke-15.

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menyelamatkan teks-teks kuno ataupun surat-surat berharga lainnya. Selain itu Michael S. Hart juga bercita-cita membuat semua teks fisik menjadi digital teks lalu di distribusikan ke seluruh dunia untuk dibaca secara cuma-cuma.

Project gutenberg mengilhami project-project lain yang lebih besar dan lebih ambisius, seperti "google books". Perusahaan mesin pencari tersebut telah banyak mengumpulkan ebook, namun sering terkendala dengan hak cipta. Sehingga hanya dapat dilihat previewnya saja.

Distribusi komersial ebooks juga sudah berlaku, tetapi sayangnya kurang diminati masayarakat luas, khususnya di Asia. Terbukti dari banyaknya produsen perangkat ebooks yang gagal di pasaran seperti Sony Data Discman atau ebook rocket. Selain karena harganya mahal penggunaanya juga kurang nyaman. Bahkan, kebanyakan orang masih lebih suka membaca lewat buku dibandingkan layar.




Selanjutnya masuk ke era PDA dan PalmOS, media ini cukup diminati pasalnya PDA tidak sekedar untuk membaca buku saja, tapi bisa juga untuk menelpon, kirim email, sms mendengarkan musik, menonton video, browsing internet, dan penggunaannya juga sudah lebih nyaman untuk membaca teks. Sedangkan amazon hadir dengan perangkat ebooknya bernama kindle yang mucul pada tahun 2007.




Perlahan tapi pasti, ebooks mulai banyak diminati oleh masyarakat diantara alasannya adalah karena perangkat untuk membaca ebooks sudah mumpuni dan ebooks saat ini dapat dinikmati dari berbagai perangkat apapun.  Akhirnya pada tahun 2010, saat pertama kali ipad mulai diperkenalkan pembaca ebooks mulai bertambah banyak, para publisher percetakan berlomba-lomba untuk menjual ebooks. Bahkan saat ini ada e-magazine, ini adalah tanda bahwa perilaku membaca buku sudah berpindah ke media elektronik.


Tidak ada komentar

tidak diperbolehkan meninggalkan link aktif dalam kolom komentar,atau letakkanlah link aktif pada kolom yang telah disediakan.Jika melanggar,kami akan hapus komentar anda.....